
Vaginismus merupakan gangguan seksual pada wanita yang umum terjadi. Kondisi ini membuat otot-otot di sekitar vagina mengencang pada saat dilakukannya penetrasi seksual. Tentunya kondisi ini membuat wanita tidak nyaman dan kurang percaya diri karena tidak bisa mendapatkan dan memberikan kepuasan seksual kepada pasangan.
Selain itu, kemunculan vaginismus juga disertai dengan mitos-mitos yang hingga saat ini masih dipercaya oleh sebagian besar penderitanya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mengetahui apa saja mitos dan juga efek buruk jika vaginismus tidak segera diatasi. Simak pembahasannya hingga selesai ya.
Mitos Vaginismus yang Dipercaya Wanita
Berikut adalah beberapa mitos seputar vaginismus, antara lain:
1. Vaginismus Disebabkan Mr P
Banyak wanita yang percaya bahwa ukuran Mr P dapat menyebabkan vaginismus. Padahal kenyataannya ukuran Mr P si pasangan bukanlah penyebab dari vaginismus yang dialami oleh wanita yang menderitanya. Seperti diketahui, vaginismus merupakan mengencangnya otot-otot di sekitar vagina sehingga sulit untuk dilakukannya penetrasi. Mr P dengan ukuran apapun pastinya akan sulit untuk penetrasi jika vaginismus sudah terjadi.
2. Vaginismus Bisa Hilang dengan Sendirinya
Mitos yang kedua ini malah bisa menyebabkan penderita enggan untuk mencari pengobatan, karena ia berpikir vaginismus bisa hilang seiring dengan berjalannya waktu. Jika penetrasi dipaksakan maka si penderita akan merasa sangat kesakitan dan pasangan juga tidak puas dengan hubungan seksual yang dilakukan.
Maka dari itulah jalan terbaik untuk menikmati hubungan seksual tanpa rasa sakit yaitu mengobati vaginismus dengan cara yang tepat. Langkah awal yang harus Anda lakukan jika timbul salah satu gejala vaginismus yaitu langsung berkonsultasi ke dokter terkait. Vaginismus juga menjadi salah satu gangguan seksual yang mudah diatasi. Biasanya setelah gangguan seksual ini diatasi, maka penderita jarang mengalami kekambuhan.
3. Nyeri Vaginismus adalah Normal
Saat seks pertama kali mungkin wanita akan merasa sedikit nyeri. Namun nyeri karena vaginismus bukanlah hal yang normal. Yang perlu Anda ketahui adalah seks untuk mendapatkan kenikmatan dan kesenangan, bukannya rasa sakit. Maka dari itulah seks seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit untuk si wanita ataupun pria.
Efek Buruk Jika Vaginismus Tidak Segera Diatasi
Jika Anda mengalami salah satu gejala vaginismus bisa langsung menemui dokter terkait. Saat berkonsultasi dengan dokter, akan ditanyakan apa saja masalah yang berkaitan dengan vaginismus, seperti pemicunya, apa yang Anda rasakan, dan seberapa sering gejala tersebut dialami. Anda juga akan ditanyakan mengenai riwayat seksual, seperti apa pernah mengalami kekerasan seksual atau pelecehan seksual.
Pada saat pemeriksaan, dokter juga akan melihat apakah Anda mengalami infeksi ataupun luka tertentu di area vagina. Jika kedua hal tersebut tidak ditemukan maka dapat disimpulkan bahwa Anda menderita vaginismus.
Berikut adalah beberapa efek buruk jika vaginismus tidak segera diatasi, antara lain:
1. Tidak Menikmati Hubungan Seksual
Karena vaginismus bisa menimbulkan rasa sakit ketika penetrasi, Anda dan pasangan tidak bisa menikmati hubungan seksual. Bahkan wanita akan merasa sangat kesakitan jika vaginismus ini muncul.
2. Tidak Percaya Diri
Efek buruk yang kedua adalah hilangnya rasa percaya diri wanita.
3. Memburuknya Hubungan dengan Pasangan
Karena hubungan seksual yang tidak “berjalan mulus” hubungan Anda dan pasangan juga bisa terganggu akibat vaginismus ini.
4. Takut Berhubungan Seksual
Karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh vaginismus membuat wanita takut untuk melakukan hubungan seksual.
Sumber artikel:
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginismus#outlook
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/175261
