
Kebutuhan gizi tidak hanya penting diperhatikan pada saat hamil saja, namun ketika masa nifas pun juga demikian. Seperti yang diketahui usai melahirkan maka ibu akan masuk ke masa nifas atau postpartum period.
Usai melahirkan memang banyak ibu yang sangat membatasi asupan makanan agar bentuk tubuh kembali ke semula. Namun sebenarnya hal tersebut tidak disarankan, karena usai melahirkan ibu harus mengonsumsi makanan yang bernutrisi agar dapat membantu memulihkan kondisinya.
Mengapa Harus Memenuhi Kebutuhan Gizi Saat Nifas?
Nutrisi memang sangat penting ya untuk menjaga keseimbangan cairan, mengembalikan energi, juga mengembalikan cadangan zat besi yang hilang saat hamil dan melahirkan. Saat melahirkan, ibu akan mengalami luka, maka dari itulah memenuhi kebutuhan gizi sangat diperlukan agar membantu menyembuhkan luka tersebut, mengurangi depresi postpartum, juga mengendalikan perubahan hormon.
Selain itu, nutrisi memiliki peran yang penting untuk membantu menjaga kualitas ASI yang dikonsumsi si kecil. Maka dari itulah sangat perlu untuk mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi.
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Nifas
Jadi apa saja ya makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat nifas? Mari simak daftar makanannya di bawah ini:
1. Protein
Protein sangat penting dikonsumsi ibu untuk mempercepat proses penyembuhan luka, mengoptimalkan pertumbuhan si kecil, dan juga menjaga massa otot.
Makanan sumber protein yaitu tahu, tempe, telur, kacang-kacangan, susu, dan daging tanpa lemak.
2. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi untuk tubuh dan bisa memperbaiki mood usai ibu melahirkan.
Konsumsilah karbohidrat baik seperti nasi merah, sereal, dan roti gandum.
3. Omega-3
Asam lemak omega-3 sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai senyawa anti radang, dan meningkatkan kecerdasan anak.
Omega-3 bisa Anda dapatkan dari ikan salmon, tuna, teri basah, lele, sarden, dan minyak ikan cod.
4. Lemak
Masih banyak orang yang beranggapan bahwa lemak harus dihindari, padahal lemak juga penting untuk tubuh. Lemak berfungsi untuk membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K, selain itu juga dapat menjaga suhu tubuh.
Konsumsilah sumber lemak sehat seperti minyak ikan, minyak zaitun, minyak kanola, dan alpukat.
5. Kalsium
Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang bayi dan ibu.
Anda dapat menemukan kalsium di berbagai produk olahan susu, brokoli, bayam, dan berbagai sayuran hijau lainnya.
6. Zat Besi
Untuk mencegah anemia, Anda harus mengonsumsi zat besi yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah.
Zat besi bisa Anda dapatkan dari daging ayam, daging merah, bayam, dan berbagai sayuran hijau.
7. Vitamin dan Mineral
Saat nifas maka ibu harus mengonsumsi vitamin dan mineral agar membantu proses pemulihan tubuh, meningkatkan jumlah dan kualitas ASI, membantu tumbuh kembang bayi, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan juga mempercepat penyembuhan luka.
Vitamin dan mineral bisa Anda temukan pada produk susu rendah lemak, sayuran hijau, telur, buah-buahan, dan suplemen.
8. Konsumsi Air Putih yang Cukup
Anda juga harus memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih 2 liter setiap harinya.
Makanan yang Perlu Dihindari Saat Nifas
Ada beberapa makanan yang perlu dihindari ibu saat nifas, yaitu:
- Minuman beralkohol.
- Makanan dan juga minuman yang banyak mengandung gula seperti permen, soft drink, dan kue manis. Pantangan ini wajib dipenuhi oleh ibu yang baru melahirkan, terutama melahirkan secara caesar serta memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes.
- Batasi juga minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi.
Sumber:
https://hellosehat.com/kehamilan/perawatan-ibu/ibu-lainnya/makanan-setelah-melahirkan/
