Easton New Market Blok A. Jl. KS Tubun. Kota Tangerang.
+62 877-7333-5963
foto: FemmePharma.com

Ada beragam gangguan seksual yang bisa dialami wanita, salah satunya vaginismus. Gangguan seksual vaginismus ini memang masih asing terdengar, namun sebenarnya cukup banyak wanita yang mengalaminya. Vaginismus sendiri merupakan suatu kondisi yang menjadikan otot di area vagina mengencang pada saat penetrasi seksual. Karena otot yang mengencang tersebut, penis tidak dapat penetrasi.

Gejala Vaginismus

Meskipun vaginismus tidak mempengaruhi gairah seksual pada wanita, namun pastinya gangguan seksual ini dapat mengganggu hubungan intim. Gejala vaginismus ini tidak hanya vagina yang mengencang tetapi ada berbagai gejala lainnya yang perlu Anda ketahui. Di bawah ini ada beberapa gejala vaginismus yang perlu diwaspadai, antara lain:

  1. Saat berhubungan intim wanita akan merasa sangat kesakitan (dispareunia) dengan rasa sesak dan juga nyeri seperti menyengat dan bahkan terbakar. Tentu hal tersebut membuat wanita tidak bisa merasakan kenikmatan seksual dan pasangan juga akan mengeluhkan jika hal tersebut terjadi.
  2. Sulit dan bahkan penetrasi tidak bisa dilakukan.
  3. Merasakan nyeri seksual dalam jangka waktu yang lama, ini bisa terjadi tanpa diketahui dengan jelas apa yang menjadi penyebabnya.
  4. Ketika memasang tampon, wanita akan merasa sangat kesakitan.
  5. Rasa sakit pada saat melakukan pemeriksaan ginekologis.
  6. Mengalami penurunan hasrat seksual yang berkaitan pada saat melakukan penetrasi.
  7. Takut melakukan hubungan seksual.
  8. Saat mencoba untuk penetrasi wanita bisa saja mengalami kejang otot atau berhenti bernapas.

Yang perlu Anda ketahui adalah gangguan seksual vaginismus ini bisa terjadi pada wanita dengan usia berapa pun, baik itu muda ataupun yang sudah memasuki usia 40-an bisa mengalami vaginismus. Gangguan ini bisa berlangsung sementara (sekunder) ataupun seumur hidup (primer). Beberapa gejala vaginismus di atas memang tidak semua di rasakan wanita yang menderitanya, ada yang hanya beberapa saja mengalami gejala-gejala tersebut.

Tentunya vaginismus ini membuat wanita akan sangat merasa tidak nyaman, terutama saat berhubungan intim. Baik penderita ataupun pasangannya juga tidak terpuaskan secara seksual. Langkah terbaik untuk mengatasi masalah gangguan seksual ini yaitu dengan langsung memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Vaginismus

Setelah Anda mengetahui apa saja gejala dari gangguan seksual vaginismus, kini akan dibahas mengenai penyebab vaginismus. Sebenarnya gangguan tersebut sifatnya multifaktorial yang bisa disebabkan oleh stres emosional, stres fisik, dan bahkan keduanya. Selain itu vaginismus bisa saja terjadi akibat antisipasi tubuh sehingga penderita mengharapkan terjadinya gangguan tersebut.

Di bawah ini ada beberapa penyebab gangguan seksual vaginismus secara emosional, antara lain:

  1. Pernah mengalami kejadian buruk semasa anak-anak.
  2. Pernah mengalami kejadian yang membuat trauma seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual.
  3. Perasaan cemas yang berlebihan akibat rasa bersalah yang biasanya terjadi karena masalah hubungan.
  4. Rasa sakit yang menimbulkan perasaan takut.

Sedangkan penyebab vaginismus dari faktor fisik antara lain:

  1. Masalah seksual yang dapat mempengaruhi pria ataupun wanita.
  2. Efek samping dari pengobatan yang dijalani.
  3. Lubrikasi yang tidak mencukupi dari vagina.
  4. Hubungan seksual yang dilakukan tanpa adanya pemanasan.
  5. Pernah melakukan operasi di bagian panggul.
  6. Persalinan.
  7. Menopause.
  8. Menderita infeksi seperti infeksi jamur atau infeksi saluran kemih.
  9. Kondisi kesehatan yang dialami wanita seperti lichen sclerosus ataupun kanker.

Itulah beberapa gejala dari vaginismus yang perlu ditangani sesegera mungkin oleh dokter terkait sehingga lebih cepat untuk mengatasinya.


Sumber:

Healthline. Diakses pada 2021. What Is Vaginismus?

Medical News Today. Diakses pada 2021. What you need to know about vaginismus.