
Menopause atau akhir dari siklus menstruasi pastinya akan dialami oleh semua wanita. Meskipun demikian, umumnya wanita yang berusia 50-an akan mengalami menopause ini. Jika wanita tidak menstruasi selama minimal 12 bulan, maka ia sudah bisa dikatakan menopause.
Saat berada di fase perimenopause (menjelang menopause) wanita akan merasakan berbagai gejala seperti mood swing, menstruasi yang tidak teratur, rambut rontok, nyeri sendi, sulit tidur, sensasi panas pada bagian tubuh atas, dan lain sebagainya. Mulai dari gejala yang ringan hingga berat bisa dialami wanita ketika menopause.
Komplikasi Usai Menopause
Selain itu, ada juga komplikasi yang bisa terjadi pada wanita usai menopause, apa saja?
1. Osteoporosis
Wanita yang telah menopause akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami osteoporosis dan bahkan patah tulang. Hal tersebut dikarenakan kepadatan tulang wanita akan berkurang saat tahun-tahun pertama menopause sehingga risiko menderita osteoporosis pun akan meningkat.
Wanita yang mengalami osteoporosis memang sangat rentan terhadap fraktur tulang panggul, tulang belakang, dan juga pergelangan tangan.
2. Penyakit Jantung dan Kardiovaskular
Penyakit yang disebut-sebut sebagai penyebab utama kematian pada pria ataupun wanita adalah penyakit jantung. Menurunnya hormon esterogen pada wanita menopause meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.
Maka dari itulah untuk wanita yang sudah menopause sebaiknya rutin berolahraga setidaknya 3 hingga 5 kali dalam seminggu, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, dan mengonsumsi susu kedelai karena mengandung esterogen.
Tidak lupa juga untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Karena wanita yang sudah menopause memang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Seperti yang diketahui kelebihan berat badan dapat memunculkan berbagai penyakit lainnya.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan meminta saran mengenai apa saja cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.
3. Berat Badan Berlebih Menjadi Komplikasi Usai Menopause
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, wanita menopause memang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan metabolisme yang lebih lambat dibandingkan dengan sebelum menopause.
Berat badan berlebih juga menjadi salah satu penyebab gejala menopause seperti sensasi panas pada bagian tubuh atas akibat lemak.
Untuk mendapatkan berat badan ideal, sebaiknya Anda rutin berolahraga dan hindari makan berlebih.
4. Inkontinensia Urin
Komplikasi yang selanjutnya terjadi usai menopause adalah inkontinensia urin. Ini merupakan suatu kondisi kondisi yang mana tubuh sulit untuk mengontrol buang air kecil. Jika hal ini terjadi maka wanita bisa mengompol usai tertawa, berolahraga, batuk, atau bersin. Inkontinensia urin terjadi dikarenakan hilangnya elastisitas jaringan vagina dan juga uretra.
Senam kegel bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala inkontinensia urin dan untuk memperkuat otot-otot bagian dasar panggul.
5. Kulit Kering
Kelembapan kulit akan berkurang karena produksi kolagen yang menurun sehingga kulit wanita lebih mudah kering dan keriput.
Untuk mengurangi kulit kering, cobalah minum air putih yang cukup setidaknya 8 hingga 12 gelas per harinya.
6. Fungsi Seksual
Dan komplikasi yang terakhir adalah vagina yang lebih kering dibandingkan sebelum menopause. Ini terjadi akibat menurunnya produksi air dan juga hilangnya elastisitas sehingga saat berhubungan seksual terasa kurang nyaman dan bahkan nyeri. Gairah wanita juga bisa menurun akibat nyeri saat berhubungan seksual.
Untuk membantu mengatasinya Anda dapat menggunakan pelumas vagina.
Demikian penjelasan mengenai apa saja komplikasi yang dapat dialami wanita usai menopause, semoga bermanfaat.
Sumber:
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2698369/cara-mengatasi-gejala-menopause
