Easton New Market Blok A. Jl. KS Tubun. Kota Tangerang.
+62 877-7333-5963
foto: Popmama.com

Bagi wanita pastinya sudah tidak asing dengan fase yang bernama menopause. Menopause sendiri merupakan fase yang akan dialami oleh semua wanita karena adanya perubahan hormon pada tubuh. Banyak wanita yang menyangka fase tersebut sangat berhubungan erat dengan usia lanjut.

Apa itu Menopause atau Mati Haid?

Menopause atau yang bisa juga disebut dengan mati haid merupakan menstruasi yang tidak terjadi pada wanita selama 12 bulan berturut-turut. Meskipun demikian, biasanya wanita yang mengalami menopause berusia 51,3 tahun.

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya menopause seperti menderita kondisi medis tertentu, adanya perubahan hormon seks pada tubuh wanita yang memang umumnya terjadi saat usia lanjut. Menopause pastinya akan terjadi pada saat ovarium berhenti memproduksi hormon esterogen, serta setiap bulannya tidak menghasilkan sel telur.

Pada kasus yang umum, menopause akan dimulai dengan siklus menstruasi yang setiap saatnya semakin jarang, hal tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga pada akhirnya tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Meskipun demikian, jika wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut sebenarnya telah dikategorikan menopause. Hal ini dikarenakan menopause bisa terjadi lebih cepat ataupun lebih lambat dari yang umumnya.

Apa Saja Efek Menopause pada Tubuh Wanita?

Tubuh wanita mengalami beberapa efek dari menopause ini, antara lain sebagai berikut:

1. Sistem Reproduksi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menopause bisa menyebabkan tubuh wanita berhenti memproduksi sel telur sehingga wanita tidak bisa hamil lagi karena tidak ada sel telur yang siap dibuahi.

Penurunan hormon esterogen pada wanita menopause menyebabkan vagina lebih kering, gairah seksual menurun, dan lebih sulit untuk terangsang. Jika Anda menginginkan hubungan seks yang lebih nyaman, maka bisa menggunakan pelumas vagina.

2. Sistem Kardiovaskular

Salah satu fungsi dari hormon esterogen yaitu melindungi pembuluh darah kardiovaskular. Saat hormon ini menurun, wanita menopause lebih mudah terserang penyakit kardiovaskular.

3. Efek Menopause pada Sistem Endokrin

Sistem endokrin ini sangatlah penting karena mengatur organ reproduksi wanita, salah satunya mengendalikan produksi dari hormon esterogen dan juga progesteron.

Hormon esterogen yang menurun dapat menyebabkan wanita lebih mudah berkeringat atau merasa lebih gerah terutama saat malam hari. Kondisi ini bisa dialami oleh wanita selama beberapa tahun usai menopause. Tentunya hal ini bisa menimbulkan rasa kurang nyaman, untuk mengatasi rasa tidak nyaman tersebut maka Anda bisa mengurangi minuman panas dan yang mengandung kafein.

Selain itu, menopause juga dapat membuat proses pembakaran lemak dan kalori menjadi kurang maksimal. Maka dari itulah wanita yang telah menopause lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.

4. Tulang, Otot, dan Sendi

Kepadatan tulang wanita akan menurun pada saat mengalami fase menopause ini. Kondisi tersebut meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

Wanita juga lebih sering mengalami kaku dan nyeri di bagian sendi, dan kehilangan massa otot lebih tinggi. Untuk mengurangi berbagai risiko tersebut, wanita disarankan untuk rutin olahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu.

5. Sistem Ekskresi

Efek yang selanjutnya yaitu wanita akan lebih mudah mengompol pada saat tertawa, batuk, bersin, ataupun berolahraga. Ini dikarenakan penurunan hormon esterogen menyebabkan kontrol kandung kemih kurang optimal.

6. Sistem Saraf

Perubahan hormon saat menopause bisa menyebabkan suasana hati yang tidak menentu dan berubah-ubah. Wanita akan lebih mudah tersinggung, sedih, marah, dan murung.

Bahkan menopause juga bisa menyebabkan wanita mudah lupa, mudah cemas, dan depresi.


Sumber:

https://www.womenshealth.gov/

Al-Safl ZA. Santoro N. Menopausal hormone therapy and menopausal symptoms. Steril. 2014 Apr: 10 1 (‘1):905- 15