
Ada beragam gangguan seksual yang bisa dialami oleh pria ataupun wanita. Untuk wanita sendiri, vaginismus menjadi salah satu gangguan seksual yang cukup sering terjadi. Meskipun demikian, sebagian wanita belum mengetahui apa itu vaginismus. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan lebih jauh membahas mengenai vaginismus.
Apa itu Vaginismus?
Pernahkah Anda mendengar gangguan seksual vaginismus? Vaginismus sendiri merupakan suatu kondisi yang dialami wanita di mana otot-otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya. Meskipun terdengar cukup mengerikan, namun vaginismus umum terjadi.
Walaupun gangguan seksual ini tidak mempengaruhi gairah seksual penderitanya, namun karena menimbulkan ketidak nyamanan dan bahkan nyeri maka bisa mengganggu hubungan intim. Sensasi ketidak nyamanannya juga bervariasi mulai dari ringan, perih, bahkan panas terbakar.
Ada dua macam vaginismus yaitu berlangsung sementara (sekunder) dan berlangsung seumur hidup (primer). Kondisi sekunder berarti awalnya si penderita tidak merasakan nyeri, namun akhirnya nyeri berlangsung secara tiba-tiba. Sedangkan untuk kondisi primer artinya si penderita sudah merasakan nyeri saat menggunakan tampon atau sejak pertama kali melakukan hubungan intim.
Gangguan seksual vaginismus bisa terjadi pada wania dengan usia berapapun, mulai dari usia muda hingga usia 40-an. Bahkan beberapa wanita mengetahui ia mengalami vaginismus usai melakukan hubungan intim saat pertama kali. Tentu jika dibiarkan saja kondisi tersebut bisa menjadi kendala dalam hubungan suami istri.
Apa Saja Gejalanya?
Vaginismus sendiri memang mempengaruhi otot pubococcygeus yang bertugas untuk buang air besar, buang air kecil, orgasme, hubungan intim, dan melahirkan. Ada beragam gejala dari gangguan seksual vaginismus, antara lain sebagai berikut:
- Kesulitan atau bahkan sama sekali tidak bisa melakukan penetrasi.
- Terasa menyakitkan setiap kali berhubungan intim (dispareunia), hal tersebut juga bisa disertai dengan sensasi nyeri, menyengat, atau terbakar.
- Rasa sakit seksual yang dialami dalam jangka waktu lama degan atau tanpa diketahui penyebabnya.
- Nyeri pada saat memasang tampon.
- Mengalami kejang otot pada saat mencoba untuk melakukan penetrasi .
- Mengalami nyeri atau sakit pada saat melakukan pemeriksaan ginekologis.
Setiap wanita yang mengalaminya tentu akan merasakan gejala yang berbeda. Gejala tersebut mulai dari yang ringan hingga berat. Rasa tidak nyaman dan cenderung sakit bisa membuat Anda menghindari berhubungan intim dengan pasangan. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus maka bisa saja hubungan menjadi renggang dan bisa mengganggu kualitas hidup Anda. Maka dari itulah jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, jangan ragu untuk langsung memeriksakannya ke dokter.
Apa Penyebab Gangguan Seksual Vaginismus?
Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan vaginismus, seperti masalah emosional, masalah fisik, ataupun gabungan keduanya. Bahkan vaginismus sendiri bisa terjadi jika si penderita menginginkannya sehingga otot-otot di sekitar vagina mengencang. Di bawah ini beberapa hal yang bisa menyebabkan vaginismus, antara lain:
- Rasa takut berlebihan pada saat berhubungan intim.
- Merasa cemas atau stres yang berlebihan.
- Hubungan dengan pasangan yang tidak berjalan dengan baik.
- Pasangan yang berperilaku kasar dengan si penderita.
- Pernah mengalami kejadian yang membuat trauma seperti pelecehan seksual atau pemerkosaan.
- Pengalaman semasa anak-anak seperti gambaran seksual dari lingkungan terdekat.
Jika Anda merasa mengalami salah satu gejala dari vaginismus, jangan ragu untuk mengambil tindakan tepat yaitu berkonsultasi dengan dokter terkait sehingga bisa mengetahui apa saja cara untuk meredakan dan mengatasi vaginismus.
Sumber:
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginismus#outlook
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Vaginismus?
