
Menopause atau mati haid memang tak bisa dihindari wanita. Sebelum menopause (perimenopause) biasanya ada berbagai gejala yang dialami, tentu berbagai gejala tersebut membuat wanita tidak merasa nyaman.
Meskipun demikian tidak semua wanita merasakan gejala yang sama. Lantas, apa saja gejala menopause yang dialami oleh wanita? Simak selengkapnya di penjelasan berikut ini:
1. Hot Flashes
Hot flashes atau rasa panas di beberapa bagian tubuh menjadi salah satu dari 10 gejala menopause yang jarang disadari wanita. Hot flashes biasanya akan terasa di tubuh bagian atas seperti leher serta wajah. Bagian-bagian tersebut juga disertai kemerahan dan keringat berlebih.
Hot flashes ada yang ringan hingga berat, bahkan dapat mengganggu tidur. Kondisi ini berlangsung mulai dari 30 detik hingga 10 menit.
2. Gairah Seksual Menurun
Saat memasuki menopause produksi hormon esterogen berkurang sehingga menyebabkan gairah seksual menurun dan vagina yang lebih kering.
3. Vagina Kering dan Nyeri saat Berhubungan Seksual
Berkurangnya hormon esterogen dan juga hormon progesteron menyebabkan vagina lebih kering sehingga saat berhubungan seksual terasa nyeri. Selain itu juga menimbulkan berbagai gejala seperti rasa panas dan gatal di sekitar mulut vagina.
4. Perubahan Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi juga bisa berubah, sebagai contoh di bulan lalu Anda hanya mengalami menstruasi selama 3 hari, namun dua bulan ke depan tidak menstruasi, dan akan kembali menstruasi di bulan selanjutnya.
Sebenarnya menstruasi yang telat juga bisa menjadi pertanda kehamilan, namun jika Anda tidak hamil maka perubahan siklus menstruasi ini bisa jadi gejala menopause.
5. Gangguan pada Saluran Kemih
Gejala menopause yang selanjutnya yaitu terjadinya gangguan pada saluran kemih sehingga wanita akan sulit menahan buang air kecil (BAK). Bahkan kencing bisa keluar pada saat tertawa, batuk, olahraga, atau bersin.
6. Sulit Tidur
Insomnia atau sulit tidur memang menjadi gejala umum menopause. Hal ini dikarenakan penurunan hormon esterogen yang menyebabkan rasa cemas berlebih sehingga Anda sulit untuk istirahat atau tidur.
7. Gangguan Suasana Hati
Suasana hati juga sangat berpengaruh akibat menurunnya hormon esterogen dan progesteron. Sebagian besar wanita mengalami gangguan suasana hati berupa kecemasan berlebih, mudah marah, dan bahkan depresi.
8. Gangguan Pernapasan saat Tidur
Sebelum dan setelah menopause, wanita memang sering mendengkur dan mengalami sleep apnea yang ditandai dengan jeda napas. Risiko mengalami sleep apnea akan meningkat ketika Anda memasuki fase perimenopause.
9. Kulit Kering
Kolagen berperan besar dalam menjaga kekenyalan kulit. Namun hormon esterogen yang memproduksi kolagen akan menurun pada saat memasuki fase menopause sehingga kekenyalan dan kelembapan kulit akan berkurang.
10. Rambut Rontok
Dan gejala menopause terakhir yang jarang disadari wanita adalah rambut rontok. Sebenarnya rambut rontok bisa disebabkan oleh berkurangnya hormon esterogen dan faktor penuaan.
sumber:
How Will I Know Iām in Menopause? Menopause Stages, Symptoms, & Signs | The North American Menopause Society, NAMS . (2021). Retrieved 16 March 2021, from https://www.menopause.org/for-women/menopauseflashes/menopause-symptoms-and-treatments/are-we-there-yet-navigate-now-with-our-guided-menopause-tour
Menopause ā Symptoms . (2017). Retrieved 16 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/menopause/symptoms/
Hot Flashes: What Can I Do?. (2021). Retrieved 16 March 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/hot-flashes-what-can-i-do
Menopause ā Symptoms and causes. (2021). Retrieved 16 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/symptoms-causes/syc-20353397
What Is Menopause?. (2021). Retrieved 16 March 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/what-menopause
